ikondikutacane
Ikon di Aceh tenggara(Kutacane)
1.Masjid Agung At-taqwa
1.Masjid Agung At-taqwa
Masjid At-Taqwa awalnya didirikan hanya berupa bangunan yang sangat sederhana. Namun seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya masjid At-Taqwa telah bermetamorfosis menjadi sebuah bangunan yang sangat memukau. Tapatnya pada tahunn 2009 lalu pada bulan Oktober, masjid ini dibangun ulang di atas lahan seluas 1,5 hektar pada masa pemerintahan Bupati H. Hasanuddin B. Lokasinya juga berada dekat dengan psat perkantoran Kabupaten Aceh Tenggara. Pada saat peletakkan batu pertama sebagai tanda akan dibangunnya masjid yang megah, seorang Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darussalam ikut andil untuk meletakkannya. Dalam pembangunan masjid At-Taqwa dana yang dibutuhkan sebanyak Rp. 72 miliar. Jumlah yang banyak tersebut menghasilkan sebuah tempat ibadah umat muslim luar biasa megah. Dana tersebut berasal dari berbagai sumbangan salah satunya dari Gubernur Aceh, APBK dan beberpa sumbangan dari pengusaha terkenal seperti Abu Rizal Bakrie.
Lalu selama 7 tahun pembangunan masjid, akhirnya masjid At-Taqwa diresmikan pada hari jum’at 8 April 2006 dan dihadiri oleh beberapa tokoh penting dan pemerintahan disana. Peresmian masjid At-Taqwa ditandai dengan pemukulan beduk dan penandatangan prasasti disana.
Dari arsitekturnya, masjid At-Taqwa sangat kental dengan gaya Eropa. Namun sisi keislamannya juga sangat kental dan ditambah dengan ciri khas dari bangunnan masjid-masjid dinasti Usmaniyah Turki. Seperti kubah nya yang sangat besar dengan berwarna emas dan beberapa bagian dari bangunan megah serta menjulang tinggi melekat pada msjid At-Taqwa. Terdapat juga sebuah rancangan geometris kota-kotak dan beberapa jendelanya yang sangat minimalis merupakan ciri khas yang dimiliki masjid At-Taqwa. Dilihat dari denah bangunannya, masjid At-Taqwa dibuat simetris dengan empat bentuk beranda di ke empat sisinya dan dilengkapi oleh kubah kecil di bagian atapnya. Sehingga masjid ini jika keseluruhan memiliki beberapa kubah dan empat menara disetiap penjuru bangunan masjid.
2.wisata alam ketambe
Ketambe berada Kira-kira 20 Km sebelah barat Kutacane. Tempat ini merupakan cagar alam hayati yang dikelilingi oleh tumbuh-tumbuhan besar yang didalam terdapat hewan-hewan tropis yang sebagian merupakan hewan yang dilindungi di dunia. Dipinggirnya mengalir sebuah induk sungai yang diberi nama Sungai Alas yang di ambil dari nama suku yang mendiami daerah tersebut.
3.Air terjun 7 tingkat
Air terjun 7 tingkat ini terdapat di desa Lawe Dua.Terjun ini memiliki air yang sangat segar,suasana yg dapat memnentramkan hati,dan terjun ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berwisata ketika berada di Kutacane.
4.Bukit cinta
Bukit cinta merupakan salah satu destinasi wisata di Kutacane.Bukit cinta memiliki pemandangan yang sangat indah,dari bukit cinta kita dapat melihat kota Kutacane,suasana di bukit cinta juga sangat menentramkan hati.Di bukit cinta kita juga dapat merasakan kopi khasnya yaitu kopi aren.
5. Air terjun lawe sikap
Air terjun Lawe Sikap merupakan salah satu wisata air baru di Kabupaten Aceh Tenggara, letaknya tak begitu jauh hanya 5 -10 menit dari kota Kutacane, ibukota Aceh Tenggara. Lokasinya berada persis di kawasan wisata Bukit Cinta yang terlebih dulu populer dikalangan masyarakat Kutacane dan sekitarnya.Untuk dapat mencapainya anda harus melalui jalan dari arah kota Kutacane menuju Kute Mbarung hingga di pertigaan belok kanan dengan sedikit mendaki menyusuri tebing terjal.
Sayangnya, keindahan Lawe Sikap belum dapat dinikmati semua kalangan, pasalnya masih kurang fasilitas ditambah licinnya bebatuan untuk mencapai air terjun ini membuat hanya kalangan pemuda-pemudi saja yang berani mencapai lokasi.Tapi, anda bersama keluarga jangan berkecil hati dulu, karena di bawah air terjun ini anda dapat menikmati panorama sungai Lawe sikap yang sangat jernih dan sejuk dan konon bisa di minum langsung airnya dikarenakana telah disaring secara alami oleh bebatuan kapur yang banyak bertebaran di sepanjang sungai.Selain itu apa salahnya anda mampir terlebih dahulu di pondok-pondok tradisional yang berjejer rapi di pinggir jalan Bukit Cinta, ditemani Teh, dan kopi Gayo bergulakan air Aren ditambah kacang rebus sembari melihat keeksotisan Kutacane dari segala penjuru terlebih saat tergelincirnya matahari.





thank infonya
BalasHapus